MTsN 3 Bulukumba menerima kegiatan Advokasi, Sosialisasi, dan Fasilitasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang digelar Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui DP2KBP3A Kabupaten Bulukumba, Rabu (13/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu kependudukan dan penguatan peran keluarga.
Acara ini dihadiri langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba, Andi Herfida Muchtar. Kehadirannya memberi semangat dan motivasi kepada para peserta untuk lebih memahami pentingnya pendidikan kependudukan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) bertujuan membekali siswa dengan pemahaman tentang dinamika kependudukan serta berbagai persoalan remaja masa kini. Melalui program ini, siswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan pernikahan dini, kesehatan reproduksi, hingga perencanaan masa depan yang lebih matang.
Kegiatan tersebut diikuti Kepala Madrasah Sudarmin, para wakil kepala madrasah, guru BK, wali kelas, serta perwakilan orang tua siswa yang hadir sebagai bagian dari dukungan keluarga terhadap pendidikan anak.
Dalam sambutannya, Sudarmin menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten Bulukumba dan DP2KBP3A atas perhatian yang diberikan kepada siswa MTsN 3 Bulukumba melalui program edukatif tersebut.

“Semoga para siswa dapat menyerap ilmu yang diberikan dengan baik, lalu membagikannya kembali kepada teman dan keluarga mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bulukumba, Andi Mappatunru Asnur, menegaskan pentingnya edukasi sejak dini mengenai kependudukan dan pembentukan karakter remaja.
Menurutnya, pemahaman tentang bahaya pernikahan dini, seks bebas, serta kesiapan mental dalam menghadapi tantangan kehidupan perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak bangku sekolah.
Selain sosialisasi SSK, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program tersebut menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan pembangunan keluarga yang harmonis.
Ketua Kompak Tenan Kabupaten Bulukumba, Suhardiman, mengungkapkan bahwa fenomena fatherless masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadiran sosok ayah bukan hanya secara fisik, tetapi juga minimnya keterlibatan emosional dalam kehidupan anak.
“Banyak ayah yang masih dipandang hanya sebagai pencari nafkah, padahal kehadiran emosional ayah sangat penting dalam tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Di hadapan sekitar 30 siswa, Andi Herfida Muchtar menyampaikan pesan dengan pendekatan hangat dan komunikatif. Ia menekankan bahwa keluarga, khususnya peran ayah, menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan remaja, mulai dari pernikahan dini, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi pondasi dalam menciptakan generasi muda Bulukumba yang cerdas, berkarakter, dan berkualitas menuju generasi emas di masa depan.







